Panen Dollar dari Hobi Fotografi dan Videografi

Sekarang ini orang-orang yang punya hobi fotografi dan videografi rasanya makin banyak aja. Selain kemudahan dalam mengoperasikan kameranya yang berformat digital, salah satu sebabnya bisa jadi juga karena harga alat-alatnya pun semakin terjangkau.

Bandingkan dengan dekade 90an, yang masih menggunakan film untuk memotret. Jangankan beli alatnya, beli film dan mencetaknya aja butuh biaya lumayan. Kalau nggak untuk diseriusi supaya balik modal, hobi fotografi cuma konsumsi mereka-mereka yang berkantong tebal.

Tapi sekarang, dengan mudahnya akses ke alat, kursus, dan komunitas untuk itu, semua orang bisa menghasilkan foto bagus. Malah di era digital sepertinya udah nggak ada lagi hasil foto yang jelek, karena kalau jelek… ya tinggal delete 😛

Hidup dari Hobi

“Pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar.”

Semua orang tentu sepakat sama hal itu. Nah, bisa nggak sih kita dapat penghasilan dari hobi fotografi dan videografi?

Jawabnya, tentu bisa! Okelah mungkin kalau masih sebatas hobi dan skill belum terlalu melangit nggak jadi penghasilan utama juga nggak apa-apa, tapi paling nggak bisa jadi side job yang nambah-nambahin uang jajan atau bensin 😉

Opsi yang tersedia adalah jadi fotografer atau videografer pernikahan teman dan kenalan. Nggak harus pernikahan sih, bisa juga project-project dokumentasi lainnya.  Tapi yaa gitu, biasanya di awal-awal budgetnya kemungkinan besar harga temen, hehehe 😀

Mau step up dengan menjadi fotografer/videografer profesional dengan bayaran yang tinggi? Kamu akan butuh skill dan taste yang asik beserta portfolio yang ciamiks. Selama kedua hal itu masih belum dimiliki, rasanya nggak banyak orang yang cukup nekad mempercayakan project berbudget tinggi kepada orang baru.

Lalu solusinya?

Jual Karya Fotografi dan Videografimu

Sekarang ini kamu bisa jual karya-karya foto dan video kamu di agensi microstock.

Apa tuh microstock?

Gampangnya microstock itu adalah bisnis yang memperjual belikan foto/video dengan sistem free royalty. Jadi pembeli cukup membayar sekali saja dan bebas mempergunakan foto/video kita, tentunya dengan kebijakan yang berbeda-beda dan tidak untuk dijual kembali.

Dan walaupun sudah pernah ada yang beli, kita bisa kembali menjual foto dan video kita berkali-kali kepada pembeli lainnya. Intinya sekali lagi ini cuma bisnis jual image foto atau footage video… secara online.

Wait… Apa yang diperjualbelikan terbatas image atau footage aja?

Nggak juga sih. Kita juga bisa jual vektor, ilustrasi, backsound music, bahkan audio effect. Tinggal kamu sebagai kreator mau berkarya dengan membuat apa 😉

Tapi kita fokus obrolin image atau footage aja ya.

Beberapa agensi microstock yang bisa menjadi pilihan adalah

  • Pond5
  • Shutterstock
  • Fotolia
  • Depositphoto
  • 123RF

Dan masih banyak lagi.

Kenapa Dollar?

Image dan footage kita dijual lewat website, jadi pembelinya ada diseluruh dunia asal mereka punya internet. Biasanya adalah film/video editor, atau photo editor, atau desainer grafis yang butuh tambahan footage maupun elemen grafis untuk projectnya.

Sejauh ini sih masih didominasi oleh negara-negara maju yang mata uangnya dollar atau euro atau pound. Daripada membajak mereka lebih milih beli, toh harganya juga murah buat mereka. Saat image kita sudah terjual, kita akan dibayar melalui paypal atau moneybookers.

Tentukan Harga

Harga jual image yang ditetapkan oleh tiap agensi microstock ini ada yang sangat murah dan ada yang cukup mahal. Sebagai penjual kita sih pasti seneng-seneng aja kalo dagangan kita bisa dijual dengan harga mahal, tapi kenyataannya tiap agensi memiliki kebijakan dan strategi marketing yang beda-beda.

Ada yang membiarkan kita menentukan harga jual karya dan membagi 50:50 dengan kita sebagai kreatornya, ada yang hanya memberi kreatornya hanya 30% bagian penjualan. Tapi sebagai gantinya mereka habis-habisan mempromosikan webnya dan karya-karya kita yang memang bagus.

Misalnya Shutterstock, yang rata-rata menjual satu image foto seharga $0.75.

Kecil ya?

Iya, tapi coba pakai faktor kali. Kalo kita hanya terfokus pada harga dari 1 image saja ya pasti udah males, karena itu kita harus memiliki banyak stock image supaya yang terjual juga banyak.

Andaikan kita punya 200 image, dan dalam sehari pait-paitnya hanya ter jual 20, maka kita udah dapet $15 dalam sehari, untuk pendapatan sebulan tinggal $15 x 30 hari = $250. Coba dirupiahkan pake kurs yang katanya lagi menggila itu. Lumayan banget kan buat passive income, hehehe… 😀

Gimana dengan video?

Saya sendiri lebih suka menjual video, karena lebih menantang dalam pengambilan gambar dan terutama karena fee-nya lebih besar 🙂

Agensi microstock seperti Pond5, yang expertise-nya menjual video alih-alih foto, mensyaratkan harga minimal dari sebuah video adalah $10, dengan bagi hasil 50:50 jika video tersebut terjual. Nah, silakan itung sendiri potensi pendapatannya kalo kamu sudah punya 200-an video bagus, Sobat 😉

Dapat dollar dari hobi videografi

Ini salah satu video saya yang cukup sering terjual di Pond5. Saya ambil waktu lagi pengangkatan presiden terpilih. Dan entah kenapa setiap kali Presiden Jokowi jadi sorotan, entah karena kebijakannya atau karena dianggap bertanggung jawab terhadap suatu issu, ada aja yang beli footage saya itu. Alhamdulillaaahh… hehehe 😀

Anyway… udah kepanjangan nih postingnya. Next post about microstock I’ll show you which images that will earn a lot of money.

Subscribe aja di blog ini supaya nggak ketinggalan infonya yah 😉

Oya, dan untuk awalan lebih baik daftar aja dulu untuk jadi kontributor di Shutterstock dan Pond5, karena 2 agensi microstock ini adalah yang lumayan profitable 🙂

Royalty-Free Stock Video at Pond5

4 thoughts on “Panen Dollar dari Hobi Fotografi dan Videografi

  • 17/02/2017 at 04:45
    Permalink

    kalo daftar shutterstock trus daftar pond5, apakah footage yang sama boleh di upload di keduanya?
    thanks

    Reply
    • 23/02/2017 at 22:24
      Permalink

      Boleh, selama bukan member eksklusif di salah satu agensi. Karena kalo eksklusif kita cuma boleh jual di situ, tapi sebagai gantinya footage kita akan dibantu promosinya dan pembagian keuntungannya juga lebih gede 🙂

      Reply
  • 03/05/2017 at 16:42
    Permalink

    Daftarnya harus pake passpor ya gan?

    Reply
    • 29/05/2017 at 17:33
      Permalink

      Kalo di shutterstock iya. Dia minta tanda pengenal yang ada keterangan negaranya juga, ya passport berarti 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *